Hahahah… Indonesia . semakin parah saja. Setelah semua yang terjadi di negara ini, makin bertambah saja orang-orang yang mempunyai pikiran yang dangkal dan cenderung kekanak-kanakan. Beberapa contoh yang mewakili pernyataan diatas :
- Siaran televisi yang disaring secara tidak wajar. Seperti acara talk show bukan dua orang (yang dulunya dua orang) dicekal karena menayangkan kegiatan yang sadis, pornoaksi dan tidak sesuai dengan norma ketimuran. Yang nyata-nyatanya orang yang teriak-teriak tentang norma ketimuran juga belum tentu bisa melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang/ oknum yang protes ini memang niat protes atau memang ada sentiment pribadi bahkan lebih parah lagi, sirik dengan rating acara ini yang terus meningkat.
- Siaran televisi berikutnya adalah Baywatch. Lagi-lagi katanya tidak sesuai dengan adat ketimuran padahal banyak kegiatan sehari-hari dari masyarakat Indonesia sendiri yang sudah tidak mencerminkan adat yang dimaksud tersebut.
- Berapa banyak pantai di Indonesia yang lebih vulgar dari pantai yang ada di film Baywatch itu.?!
- Taman-taman dalam kota besar atau pinggiran kota yang dijadikan tempat mesum oleh pasangan kekasih..?!
- Berapa banyak panti pijat plus-plus yang beroperasi dan dijaga rapat oleh para oknum yang punya kuasa…?! (eits…!!! No hurt feeling)
Yang paling kacaw sebenarnya seh… ketika jadwal penayangannya dirubah ke dini hari masih ada saja yang protes. Padahal disitulah letak tanggung jawab orangtua untuk mengendalikan anaknya agar anaknya tidak salah langkah dan mendapat pengertian yang benar tentang jadwal atau jenis tayangan pada jam-jam dini hari yang hanya bisa dikonsumsi oleh orang-orang dewasa.
- tayangan / siaran dangdut yang ada inul , dewi persik nya terus saja dicekal. Padahal orang-orang yang mencekal itu juga belum tentu hidup benar. Bahkan ada yang melangsungkan pernikahan hanya supaya tidak dibilang zinah. =)
- Dan yang terakhir tentang status perizinan penyiaran persidangan yang terus diperdebatkan. ~!#@^#$#%&^**%()$)#((!)#)_,,….. Ini proses pembodohan atau apa namanya tidak mengerti saya. Kalau persidangan artis diliput oleh rumah produksi ****taiment yang juga mengandung aib beberapa oknum, yang pada protes itu kok diam ya. Sudah mulai kacaw neh Negara kita. Untuk mengungkapkan yang benar kok malah banyak sekali ’lampu merah’ nya..?! katanya untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.. hehehe….
Dari pernyataan yang lima (5) ini sepertinya para pembaca dapat menarik kesimpulan sendiri. Terutama untuk point terakhir. Apakah point terakhir itu layak disejajarkan predikat dan statusnya dengan point-point diatas lainnya..?! ayo…silahkan komentar atau jawab sendiri dalam hati.
Ada usul dari saya untuk hal-hal diatas :
- pemerintah lebih memperhatikan proses pengajaran mata pelajaran PPKN atau yang dulunya PMP, pendidikan guru agama serta lebih fokus kepada kualitas para pengajar / guru mata pelajaran tersebut
- lebih perhatian pada hal-hal yang mendasar seperti mengadakan pelatihan untuk para orang tua dalam hal mendidik anak supaya tidak terjadi salah asuh seperti yang di film-film itu loh..
- pengadaan praktik pemeriksaan psikologi dengan harga yang terjangkau segala lapisan masyarakat atau tidak menutup kemungkinan untuk sesuatu yang gratis.




