blogNA TIAn
you ‘ll find what i mean

Budak

Para budak adalah golongan manusia yang dimiliki oleh seorang tuan, bekerja tanpa gaji dan tidak punya hak asasi manusia. “Slave” berasal dari perkataan slav, yang merujuk kepada bangsa Slavia yang tidak punya harta dari Eropa Timur, termasuk Kekaisaran Romawi. Namun sistem perbudakan ini telah ada sejak berabad lamanya. Misalnya piramida di Mesir, telah dibangun oleh golongan ini. Perbudakan biasanya terjadi untuk memenuhi keperluan akan buruh/tenaga kerja atau kegiatan seksual. (from wikipedia)

Sama seperti padanan kata diperbudak DOSA. Mengapa kita menggunakan kata BUDAK pada padanan kata diperbudak dosa. Umumnya manusia tidak ada yang berniat secara tulus melakukan dosa,  tapi mereka terus melakukannya. Karena apa..?! Ya… karena sifat kata diperbudak itu sendiri. Budak itu pada dasarnya tidak mau melakukan pekerjaan yang mereka lakukan, tapi mereka harus melakukannya karena tidak mempunyai daya untuk melawannya. Jadi Dosa adalah TUAN dari manusia yang melakukan dosa. DOSA telah berkuasa atas manusia itu sehingga dia tidak berdaya untuk tidak melakukannya.

Budak yang disiksa

Budak yang disiksa

Seperti pengalaman yang pernah ku jalani waktu goin abroad to somewhere in Africa. Di pesisir pantai yang dahulunya merupakan tempat berlabuhnya kapal-kapal dari segala penjuru dunia . Disana juga terjadi transaksi jual beli budak yang notabene budak yang diperdagangkan berasal dari daerah afrika sendiri. Yah.. karena para pendatang maupun saudagar yang berlabuh itu rata-rata mempunyai latar belakang pendidikan yang lebih tinggi dari penduduk asal. Ditambah lagi dengan disebarkannya issue bahwasanya penduduk kulit hitam yang ada di Africa merupakan orang-orang yang terkena kutukan. Jadi mereka,  penduduk merasa derajatnya lebih rendah daripada pendatang atau saudagar yang singgah, merasa kasta atau derajatnya memang lebih rendah dari orang lain.

Perlakuan yang diterima budak

Perlakuan yang diterima budak

Tapi tetap saja perbudakan masih terjadi sampai sekarang, walau tidak se-ekstrim yang terjadi waktu jaman dulu (pakai hukum cambuk segala, tidak diberi makan sampai beberapa hari, sampai-sampai hukum gantung agar para budak yang lain tidak melakukan pergolakan). Beberapa jenis perbudakan yang terjadi sekarang ini mungkin secara tidak disadari oleh pekerja. Begitu banyak pekerja yang hanya melaksanakan tugas nya demi kepentingan pemilik perusahaan dan tidak mendapat hak yang layak atas segala pekerjaan yang telah dilakukan. Apalagi karena pada masa sulit seperti ini, banyak orang yang terkena PHK tanpa alasan yang jelas dari perusahaan. Kalau itu sudah terjadi, perusahaan memiliki alasan lagi krisis global, semua perusahaan kena imbasnya tapi itu tidak tahu apa benar-benar memang terkena imbasnya atau memang sekedar euphoria. Ikut-ikutan , supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau malu karena tidak ikut trend yang lagi booming… *GLOBAL CRISIS* bow…

Dan yang lebih parahnya lagi, banyak perusahaan yang berlaku semakin semena-mena terhadap karyawannya karena mereka tahu ada banyak masyarakat yang mempunyai pikiran kalau dalam keadaan krisis seperti ini bakalan susah untuk mencari pekerjaan yang layak. Mereka memanfaatkan keadaan ini dan cukup merugikan karyawan, terutama dari segi kesejahteraan yang harusnya diterima. Atau ada kemungkinan yang lebih SMART lagi, yaitu dengan cara menunda-nunda gaji karyawan atau reimburst-an yang telah dikeluarkan pegawai untuk kepentingan perusahaan dengan harapan biar dilihat lebih loyal, jadi pada saat ada karyawan yang berniat keluar atau istilah kerennya RESIGN , mereka berpikir dua kali untuk keluar dari perusahaan tersebut karena ada uang yang harusnya menjadi hak mereka yang belum dibayar oleh perusahaan. Ada mimpi buruk tersendiri yang dialami karyawan yaitu apabila sudah resign segala hak itu tidak akan dilunasi, dengan alasan mungkin tidak loyal dengan perusahaan.

Belenggu

Belenggu

Tapi seberapa besarkah standard LOYALITAS karyawan diukur..?!  let’s find out..!!!

Segala pengeluaran yang mungkin tidak diketahui oleh perusahaan yang tidak dilaporkan atau di-reimburst :

  • Uang parkir kendaraan
  • Kutipan liar yang dilakukan oleh oknum yang berSERAGAM ataupun yang TIDAK berseragam
  • Pembelian perlengkapan/tools yang kecil tetapi sangat penting dalam pelaksanaan pekerjaan
  • dan lain-lain yang cukup tidak etis ditulis

Apa hal diatas yang dilakukan tidak mewakili kata loyalitas atau kerja lembur yang tidak dibayar bukan merupakan bentuk loyalitas pada perusahaan..?!!

THINK YOURSELF.. to those who feels as Mr. BIG (Tuan BESAR sang pemilik perusahaan)

No Responses to “Budak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.